- 1Share
Sebelum berkunjung ke Toraja, sebaiknya ketahui destinasi pariwisata andalan Tana Toraja, baik itu wisata alam maupun kebudayaan Toraja yang unik dan menarik. Berikut team Els Queen Wisata - Makassar sajikan di bawah ini.
L O L A I
Biasa juga disebut sebagai Negeri diatas awan karena lokasinya berada di ketinggian 1300 mdpl. Ditempat ini anda dimanjakan dengan pemandangan sunrise yang elok dengan gundukan awan putih yang mempesona. Kampung Lolai sering dijadikan sebagai tuan rumah festival Toraja Explorer setiap tahunnya. Di sini, pengunjung bisa melihat pertunjukan paragliding profesional dari seluruh Indonesia. Event ini bertujuan untuk menghidupkan olahraga paralayang di Sulawesi Selatan. Selain itu anda juga bisa merasakan sensasi menginap di rumah adat khas Toraja, yaitu Tongkonan. Bangunan milik warga setempat ini disewakan sebagai homestay untuk pengunjung.
KETE’ KESU
Kete Kesu adalah sebuah desa tradisional kuno yang tersembunyi di wilayah pegunungan Tanatoraja, Sulawesi Selatan. Kota ini terletak di tengah-tengah hamparan sawah, dan merupakan desa tertua di distrik Sanggalangi. Kota abadi ini adalah rumah bagi sekitar 20 keluarga. Program ini terdiri dari delapan “Tongkonan”, diatur dalam baris yang saling berhadapan, lengkap dengan lumbung padi yang terhubung. Dinding Tongkonan dihiasi dengan ukiran yang indah dan tanduk kerbau, yang berfungsi sebagai tanda status pemilik rumah. Pada Masyarakat asli Toraja, hanya orang-orang darah bangsawan diberikan hak untuk membangun Tongkonan, sementara orang-orang biasa tinggal di yang lebih kecil, rumah-rumah yang kurang rumit.
L E M O
Kuburan batu Lemo terletak di desa (lembang) Lemo kecamatan Makale Utara sekitar 12 km sebelah selatan Rantepao atau 6 km sebelah utara Makale dengan ketinggian 848 mdpl. Dinamai Lemo Karena beberapa model liang batu itu berbentuk bundar dan berbintik-bintik menyerupai buah jeruk atau limau. Kuburan-kuburan batu itu disebut juga sebagai liang paa’ (gua yang dipahat). Kuburan batu lemo diperkirakan dibuat pada abad ke-16 dan merupakan kuburan tertua kedua di Toraja, adapun yang merupakan kuburan tertua adalah Songgi Patalo. Ada 75 lubang pada dinding cadas. Beberapa di antaranya memiliki patung-patung berjajar yang disebut tau-tau. Patung-patung itu adalah lambang kedudukan sosial, status, dan peran mereka semasa hidup sebagai bangsawan setempat.
L O N D A
Londa terletak di desa Sendan Uai, Kecamatan Sanggalangi, kabupaten Tana Toraja dengan ketinggian 826 mdpl. Di dalam gua ini terdapat ratusan tengkorak dan ribuan tulang belulang yang sebagian sudah berumur ratusan tahun. Terdapat juga peti-peti mati yang masih baru. Walaupun demikian, udara di dalam gua terasa sejuk dan tidak berbau. Gua Londa memiliki kisah romantik Romeo-Juliet versi Toraja. Dikisahkan, ada sepasang kekasih yang dilarang berhubungan lebih lanjut dan kemudian bunuh diri. Kisah bunuh diri mereka ada dua versi. Versi pertama mengatakan mereka terjun dari tebing, tapi ada yang mengatakan mereka menggantung diri. Di gua Londa, tulang belulang sepasang kekasih ini diletakkan berdekatan.
B U R A K E
Wisata religi Buntu Burake terletak sekitar 4 km dari pusat kota Makale, Tana Toraja. Nama Buntu Burake semakin mendunia setelah di puncaknya berdiri Patung Tuhan Yesus memberkati yang disebut tertinggi di dunia denan tinggi 40 m. Menghadap Kota Makale. Icon wisata Tana Toraja ini mengalahkan tinggi patung Kristus Penebus di Brazil jika dihitung dari permukaan laut. “Patung Tuhan Yesus Memberkati” ini menjadi symbol mayoritas warga Kristen Tana Toraja. Meski demikian, wisatawan yang datang tidak dari umat Kristen saja Karena selain menjadi wisata religi bagi umat Kristen, patung Yesus berukuran raksasa ini menjadi wisata seni yang unik dan menarik, mengingat ini adalah salah satu patung Yesus tertinggi di dunia.
Sa’pak Bayo – Bayo
Sa’pak Bayo-bayo terletak di bawah tebing gunung batu,di sekitar gunung batu ini terdapat banyak gua-gua dimana gua ini digunakan oleh masyarakat pada jaman dahulu sebagai tempat menyimpan jenazah. Gua-gua ini memiliki model yang sangat menarik dan punya daya tarik tersendiri. Di dalam gua-gua ini kita akan melihat tengkorak dan tulang belulang serta erong(peti mati) yang sudah lapuk termakan usia yang diperkirkan sudah ratusan tahun. Gua-gua ini masih sangat alami tidak seperti objek wisata lainnya yang sudah dikunjungi banyak wisatawan karena tempat ini belum diekspose sama sekali.
BATUTUMONGA
Batutumonga merupakan kota kecil yang terletak di lereng Gunung Sesean di kecamatan Sesean Suloara. Batutumonga juga merupakan kota yang berada di ketinggian. Pengunjung akan disuguhkan pemandangan alam yang memukau selama perjalanan. Setibanya di lokasi, hamparan awan putih menjadi sajian utamanya. Selain itu, kamu juga bisa berkunjung Desa Baik dengan deretan rumah adat tongkonan di atas bukit. Pemandangan Kota Rantepao bisa tampak jelas dari tempat ini. Saat malam, cahaya lampu perkotaan terlihat eksotis dari sini. Selain itu, suguhan sunrise di pagi hari pun patut dinikmati. Kemunculan matahari dari balik hamparan awan akan menjadi panorama yang tak boleh dilewatkan.
Bori’ Kalimbuang
Kawasan ini merupakan kawasan terbuka dengan lebih dari 100 menhir berdiri yang merepresentasikan kemuliaan jiwa-jiwa mereka yang dimakamkan di sini yang berbatasan dengan Bori’ Parinding. Berdampingan dengan Bori’ Parinding adalah situs pemakaman tradisional dimana ceruk-ceruk makam dipahatkan di tebing karang.Bori’ Kalimbuang diperkirakan sudah ada sejak tahun 1718 yaitu saat pembukaan rante (digontingan rante) untuk Ne Ramba. Di tempat ini terdapat Rante, Simbuang (Menhir) dan Liang Paa’ atau kuburan batu tua. Liang Paa’ di Bori diperkirakan sudah ada sebelum 1718. Pada jaman dahulu, pekerja liang menggunakan kayu buangin sebagai palu dan batu sungai yang dilapisi kulit hewan kering untuk membuat lubang pada batu besar.
BABY GRAVE
Memasuki kawasan kuburan Bayi Kambira melewati ankita akan menemukan pohon yang besar dan tinggi yang disebut Pohon Tarra’ (bahasa Toraja). Pilihan Pohon Tarra‘ sebagai kuburan bayi karena memiliki banyak getah, yang dianggap sebagai pengganti air susu ibu. Dan mereka menganggap seakan-akan bayi tersebut dikembalikan ke rahim ibunya dengan harapan akan menyelamatkan bayi-bayi yang lahir kemudian. Kuburan bayi ini disebut Passiliran. Bayi yang meninggal sebelum giginya tumbuh dikuburkan di dalam sebuah lubang di pohon Tarra‘ kemudian ditutup dengan ijuk pohon enau . Bayi tersebut masih dianggap suci. Uniknya, tidak ada bau busuk yang tercium sama sekali walaupun lubang-lubang tersebut berisi mayat. Pemakaman ini hanya dilakukan oleh orang Toraja pengikut Aluk Todolo (kepercayaan kepada leluhur).
Museum Ne’Gandeng
Museum Ne’ gandeng berada di tengah sawah. Tepatnya di Desa Palangi, Kecamatan Sa’dan Balusu. Tempat ini sendiri awalnya adalah tempat pelaksanaan prosesi pemakaman Ne’ Gandeng yang merupakan leluhur kampung di tahun 1994, sebagaimana yang diketahui bersama masyarakat Toraja adalah masyarakat yang menghormati leluhurnya. Kemudian dibangunlah bangunan tersebut dan lambat laun akhirnya beralih menjadi tempat wisata yang lebih menonjolkan bangunan Tongkonannya. Semasa hidupnya, Ne’ Gandeng dikenal sebagai wanita yang memperhatikan kehidupan masyarakat sekitar. Maka dijadikanlah ia nama museum untuk tempat wisata ini.
___________________________________________________________________________________________________________________
Els Queen Wisata juga menawarkan paket Tour dan Transportasi seperti Paket tour pantai bira, paket tour toraja 3 hari 2 malam, paket tour toraja 4 hari 3 malam, paket tour sehari makassar atau yang tour transit, paket tour makassar 2hari 1 malam, paket tour makassar 3 hari 2 malam, tour Makassar-malino 4 hari 3 malam serta menyediakan transportasi mulai dari kendaraan Innova reborn, Toyota Hiace (kapasitas 14 penumpang), Elf long (Kapasitas 17 panumpang), Medium Bus 29 seat (kapasitas 29 penumpang) serta Bus 33 penumpang, Semua unit armada Els Queen WIsata tersedia dalam kondisi yang prima.
Info lebih jelasnya dapat menghubungi Els Queen Wisata
ok